Pubertas Tarda.
Pubertas terlambat apabila baru muncul setelah 16 tahun. Biasanya tak ada tanda
yang mencolok, dan selanjutnya berkembang normal. Kemungkinan disebabkan oleh
faktor turunan, atau mengidap penyakit, selain itu bisa disebabkan juga oelh
kekurangan gizi.
Hormon kewanitaan
Cetak-biru bakal
menjadi anak perempuan yang membentuk struktur sosok tubuh yang seperti
potongan gitar, payudara membuah, kulit halus, dan mulai muncul haid.
Hormon estrogen yang
membentuk sosok tubuh perempuan yang siap menjadi pasangan seks laki-laki,
hamil dan melahirkan. Semakin penuh estrogen seorang perempuan semakin
feminin sosok dan lenggak-lenggoknya (feminizing hormones). Hormon seks
pada perempuan adalah progersteron, Estriadol, Hydroxyprogesterone, dan Dehydroepiandrosterone.
Sedangkan hormon seks pada laki-laki adalah Testosteron, Estrone, dan
Androstenedione (DHEA).
Estrogen (estrone
dan estradiol) diproduksi oleh sepasang indung telur yang sudah
mulai diaktifkan setelah anak perempuan memasuki masa pubertas. Hormon ini membantu
menggerakkan otot pipa saluran telur, dan memepersiapkan pembentukan dinding
lapisan rahim (endometrium) sebagai lahan subur bakal tertanamnya hasil
pembuahan sekiranya terjadi kehamilan. Estrogen juga menambah tebal otot
rahim, dan menambah deras aliran darah rahim, siap menggendong sekiranya
kehamilan membuah. Selain itu, estrogen mengubah sifat lapisan lendir
vagina, siap melakukan peran sebagai pasangan seks laki-laki.
Kerja
hormon tubuh digerkkan oleh sebuah sistem. Hormon yang satu saling bergantung
dan mempengaruhi hormon yang lain. Demikian pula pengaruh estrogen terhadap
hormon tubuh lainnya. Ia berpengaruh terhadap sejumlah keadaan pada tubuh
perempuan, termasuk dalam pembentukan protein tubuh (anabolic effect).
Itu sebab perempuan pada umumnya lebih gampang gemuk dibanding laki-laki.
Oleh
karena, pengaruh estrogen juga, perilaku perempuan mungkin tampak
“aneh”. Hormon ini yang memacu libido. Termasuk mempengaruhi perilaku harian
perempuan. Oleh karena pasang surut hormon seks dalam tubuh bergelombang
naik-turun, maka keseharian perempuan tampil berubah-ubah dalam hal pikiran,
rasa, sikap, dan lakunya. Demikian pula pengaruh hormon terhadap kerja otaknya.
Di
sepanjang daur haid, hormon seks mengalami pasang surut sesuai dengan
kebutuhan. Maka, kita melihat peranggai, perilaku, dan emosi perempuan pun
bergelombang tergantung seberapa besar pasang suatu hormon seks, dan seberapa
surut hormon seks lainnyadalam tubuh pada suatu masa. Penampilan perempuan
menjelang haid, misalnya, berbeda pada sewaktu, atau sesudah haid.
Menjelang
hari subur, estrogen sedang pasang. Pada masa itulah perempuan sengaja
dipersiapkan agar menjadi sangat memikat kaum pria. Kulit tampak halus,
penampilan lebih feminin, lebih wangi. Termasuk juga ada sejenis hormon copulins,
biasa di vagina, sejenis aroma bau badan tubuh secara purba menggairahkan seks
laki-laki. Kesemuanya yang membangkitkan selera seks lawan jenis. Payudara
dipengaruhi dalam hal ukuran, ketegangan dan sensasinya.
Selama
daur haid, peyudara membesar karena estrogen menumbuhan saluran kelenjar
susu. Rasa bengkak, tegang, dan nyeri pada payudara muncul pada sepuluh hari
menjelang haid, dianggap normal. Setelah haid, sensasi itu akan pulih
dengan sendirinya. Demikian pula pengaruh pasang-surut hormon seks lainnya,
sama ikut mengubah sifat payudara juga.
Selain
estrogen, dalam tubuh perempuan juga terkandung hormon laki-laki testosteron.
Namun, hormon lawan jenis ini tidaklah dominan. Demikianlah halnya dalam
tubuh laki-laki selain didominasi oleh hormon testosteron, terkandung
pula hormon wanita estrogen dalam kadar yang kecil. Keseimbangan
kedua jenis hormon ini yang mempengaruhi seperti apakah sosok gender seseorang.
Apakah sosoknya lebih atau kurang feminin, selain kemungkinan lebih atau kurang
maskulin.
Oleh
karena itu, tidak heran sering terjadi perempuan berkumis halus, berpundak
lebar, model tulang panggul sempit seperti panggul laki-laki. Ini merupakan
bagian dari proses pertumbuhan pola gender yang dipengaruhi oleh kerja hormon
seks tubuh yang kurang seimbang. Dalam keseharian, kita melihat ada sosok
perempuan yang kelelakian, dan ada juga sosok laki-laki yang kewanitaan.
Perempuan
lebih beresiko gemuk dibanding dengan laki-laki.
Dominasi hormon kewanitaan menjadikan perempuan lebih gampang (rentan) menajadi
kelebihan berat badan. Termasuk apabila mengonsumsi pil KB (berisikan hormon
kewanitaan). Makan sedikit namun tetap gemuk. Maka, perempuan harus
memperhatikan jumlah asupan kalori harian. Kalau berat badan terpelihara ideal,
jenis makan berkarbohidrat, yang serba manis, terlebih yang berlemak, perlu
dibatasi. Berat bada ideal dihitung dengan BMI (body mass index)=berat
badan (dalam Kg) dibagi tinggi pangkat dua (dalam Meter), indeks idealnya
diantara 20-25. Apabila indenks BMI lebih dari 25 berarti kelebihan berat
badan. Bila kurang dari 20 berarti kekurangan berat badan. []
-Iron
Man-
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Wanita lebih cepat Gemuk daripada Pria, Apa Sebabnya??"
Post a Comment