Beranda · Menu · Menu 1 · Menu 2

Wanita lebih cepat Gemuk daripada Pria, Apa Sebabnya??



Pubertas Tarda. Pubertas terlambat apabila baru muncul setelah 16 tahun. Biasanya tak ada tanda yang mencolok, dan selanjutnya berkembang normal. Kemungkinan disebabkan oleh faktor turunan, atau mengidap penyakit, selain itu bisa disebabkan juga oelh kekurangan gizi.
Hormon kewanitaan
Cetak-biru bakal menjadi anak perempuan yang membentuk struktur sosok tubuh yang seperti potongan gitar, payudara membuah, kulit halus, dan mulai muncul haid. 
Hormon estrogen yang membentuk sosok tubuh perempuan yang siap menjadi pasangan seks laki-laki, hamil dan melahirkan. Semakin penuh estrogen seorang perempuan semakin feminin sosok dan lenggak-lenggoknya (feminizing hormones). Hormon seks pada perempuan adalah progersteron, Estriadol, Hydroxyprogesterone, dan Dehydroepiandrosterone. Sedangkan hormon seks pada laki-laki adalah Testosteron, Estrone, dan Androstenedione (DHEA). 
Estrogen (estrone dan estradiol) diproduksi oleh sepasang indung telur yang sudah mulai diaktifkan setelah anak perempuan memasuki masa pubertas. Hormon ini membantu menggerakkan otot pipa saluran telur, dan memepersiapkan pembentukan dinding lapisan rahim (endometrium) sebagai lahan subur bakal tertanamnya hasil pembuahan sekiranya terjadi kehamilan. Estrogen juga menambah tebal otot rahim, dan menambah deras aliran darah rahim, siap menggendong sekiranya kehamilan membuah. Selain itu, estrogen mengubah sifat lapisan lendir vagina, siap melakukan peran sebagai pasangan seks laki-laki.
Kerja hormon tubuh digerkkan oleh sebuah sistem. Hormon yang satu saling bergantung dan mempengaruhi hormon yang lain. Demikian pula pengaruh estrogen terhadap hormon tubuh lainnya. Ia berpengaruh terhadap sejumlah keadaan pada tubuh perempuan, termasuk dalam pembentukan protein tubuh (anabolic effect). Itu sebab perempuan pada umumnya lebih gampang gemuk dibanding laki-laki. 
Oleh karena, pengaruh estrogen juga, perilaku perempuan mungkin tampak “aneh”. Hormon ini yang memacu libido. Termasuk mempengaruhi perilaku harian perempuan. Oleh karena pasang surut hormon seks dalam tubuh bergelombang naik-turun, maka keseharian perempuan tampil berubah-ubah dalam hal pikiran, rasa, sikap, dan lakunya. Demikian pula pengaruh hormon terhadap kerja otaknya.
Di sepanjang daur haid, hormon seks mengalami pasang surut sesuai dengan kebutuhan. Maka, kita melihat peranggai, perilaku, dan emosi perempuan pun bergelombang tergantung seberapa besar pasang suatu hormon seks, dan seberapa surut hormon seks lainnyadalam tubuh pada suatu masa. Penampilan perempuan menjelang haid, misalnya, berbeda pada sewaktu, atau sesudah haid.
Menjelang hari subur, estrogen sedang pasang. Pada masa itulah perempuan sengaja dipersiapkan agar menjadi sangat memikat kaum pria. Kulit tampak halus, penampilan lebih feminin, lebih wangi. Termasuk juga ada sejenis hormon copulins, biasa di vagina, sejenis aroma bau badan tubuh secara purba menggairahkan seks laki-laki. Kesemuanya yang membangkitkan selera seks lawan jenis. Payudara dipengaruhi dalam hal ukuran, ketegangan dan sensasinya.
Selama daur haid, peyudara membesar karena estrogen menumbuhan saluran kelenjar susu. Rasa bengkak, tegang, dan nyeri pada payudara muncul pada sepuluh hari menjelang haid, dianggap normal. Setelah haid, sensasi itu akan pulih dengan sendirinya. Demikian pula pengaruh pasang-surut hormon seks lainnya, sama ikut mengubah sifat payudara juga.
Selain estrogen, dalam tubuh perempuan juga terkandung hormon laki-laki testosteron. Namun, hormon lawan jenis ini tidaklah dominan. Demikianlah halnya dalam tubuh laki-laki selain didominasi oleh hormon testosteron, terkandung pula hormon wanita estrogen dalam kadar yang kecil. Keseimbangan kedua jenis hormon ini yang mempengaruhi seperti apakah sosok gender seseorang. Apakah sosoknya lebih atau kurang feminin, selain kemungkinan lebih atau kurang maskulin.
Oleh karena itu, tidak heran sering terjadi perempuan berkumis halus, berpundak lebar, model tulang panggul sempit seperti panggul laki-laki. Ini merupakan bagian dari proses pertumbuhan pola gender yang dipengaruhi oleh kerja hormon seks tubuh yang kurang seimbang. Dalam keseharian, kita melihat ada sosok perempuan yang kelelakian, dan ada juga sosok laki-laki yang kewanitaan.
Perempuan lebih beresiko gemuk dibanding dengan laki-laki. Dominasi hormon kewanitaan menjadikan perempuan lebih gampang (rentan) menajadi kelebihan berat badan. Termasuk apabila mengonsumsi pil KB (berisikan hormon kewanitaan). Makan sedikit namun tetap gemuk. Maka, perempuan harus memperhatikan jumlah asupan kalori harian. Kalau berat badan terpelihara ideal, jenis makan berkarbohidrat, yang serba manis, terlebih yang berlemak, perlu dibatasi. Berat bada ideal dihitung dengan BMI (body mass index)=berat badan (dalam Kg) dibagi tinggi pangkat dua (dalam Meter), indeks idealnya diantara 20-25. Apabila indenks BMI lebih dari 25 berarti kelebihan berat badan. Bila kurang dari 20 berarti kekurangan berat badan. []
-Iron Man-

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Wanita lebih cepat Gemuk daripada Pria, Apa Sebabnya??"

Post a Comment